Cerita Sex My HEROINE [by Arczre] PoV NARATOR – Part 23

Cerita Sex My HEROINE [by Arczre] PoV NARATOR – Part 23by adminon.Cerita Sex My HEROINE [by Arczre] PoV NARATOR – Part 23My HEROINE [by Arczre] – Part 23 Act 2: PROJECT TITAN OPENING PoV NARATOR Yuki telah pergi dari Syberia. Dia yang baru saja memakamkan ibunya. Dari debu kembali ke debu, dari abu kembali ke abu, dari salju kembali ke salju. Yuki, White Wolf. Bagaimana julukan itu bisa diperolehnya? Semuanya berawal dari pengembaraan Yuki. Dia telah […]

tumblr_nwsqk4PctA1tafsszo1_540 tumblr_nwu8utbbS81rk4wdro1_540 tumblr_nwv24y7sSJ1ufm2eto1_500My HEROINE [by Arczre] – Part 23

Act 2: PROJECT TITAN

OPENING

PoV NARATOR

Yuki telah pergi dari Syberia. Dia yang baru saja memakamkan ibunya. Dari debu kembali ke debu, dari abu kembali ke abu, dari salju kembali ke salju. Yuki, White Wolf. Bagaimana julukan itu bisa diperolehnya? Semuanya berawal dari pengembaraan Yuki. Dia telah melewati berbagai halangan dan rintangan, berbagai macam tempat ia kunjungi. Berbagai orang ia temui. Namun apa yang dia dapatkan menjadikan dia menjadi jauh dari seorang Mist. Dia lebih menjadi manusia dengan segala kenaifannya, dengan seluruh ambisi.

Sejak pertama kali dia mencoba memakan makanan manusia, dia mulai bisa merasakan lapar. Sejak dia berusaha mendapatkan sesuatu dengan segala cara, ia menjadi manusia. Manusia yang angkuh, manusia yang rakus, dia merasakan semuanya. Kebijaksanaannya pun berubah, menjadi sebuah ambisi, kerakusan dan harga dirinya pun naik. Tubuhnya pun makin lama makin menua seiring dengan jauhnya dia dari Syberia. Jauhnya dia dari pelajaran yang diberikan oleh ibunya.

Perjalanannya pun mengantarkan dia kepada sebuah pertarungan hidup dan mati. Dia membunuh orang untuk pertama kali. Hingga ia pun mendapatkan uang dengan membunuh orang. Seandainya hari itu dia tidak mengambil senjata dan membunuh orang yang menyerangnya. Mungkin semua ini tidak terjadi. Sebuah aliansi pembunuh bayaran dengan sebutan “The Continental” menjadi tempat dia bernaung. Dia cukup senang dengan banyaknya uang yang ia miliki selama menjadi pembunuh bayaran. Bahkan yang tidak pernah orang-orang bayangkan sebelumnya. Dalam waktu cepat dia pun terkenal sebagai White Wolf.

Tidak seperti Isna dan Rasyid yang menjadi pembunuh dengan perjuangan keras dengan didikan keras alam. Tempat di mana mereka bertahan hidup dari desingan peluru, lemparan mortar dan granat. White Wolf mendapatkan pengetahuan dan kemampuannya dari berbicara dengan alam. Bahkan karena kemampuan Mistnya, ia sering membunuh tanpa pernah menyentuh korbannya. Seperti menancapkannya di tiang bendera, atau membuatnya seperti kecelakaan dengan membeku ataupun terbakar habis menjadi abu. Mungkin juga dengan cara yang agak aneh dengan halilintar yang menyambarnya di siang bolong yang cerah tanpa mendung.

Itulah White Wolf. Baaginya seluruh tugas yang ia selesaikan merupakan prestasi terbesar dari seorang pembunuh bayaran. Karena bersih seolah-olah memang terjadi kecelakaan, meskipun kadang juga ia harus menggunakan peluru untuk membunuh orang lain.

Kemampuannya pun akhirnya didengar oleh seseorang. Orang ini pun menemuinya secara langsung. Dialah Astarot dan Lucifer. Setelah keduanya berpisah dengan Profesor Andy mereka mulai terjun ke dalam lembah hitam. Bergelut dengan rencana-rencana jahat, bergelut dengan para psikopat, merekrut orang untuk mendirikan sebuah organisasi bawah tanah. Melihat reputasi White Wolf, Astarot dan Lucifer meminta White Wolf secara khusus untuk ikut ke dalam kelompok mereka.

“Aku menawarkan sebuah tanda persahabatan,” kata Astarot.

“Persahabatan?” tanya White Wolf.

“Iya, persahabatan. Aku ingin engkau dan aku bekerja sama. Kita bersama-sama bekerja dalam satu tim,” jawab Astarot.

“Aku tak pernah bekerja di bawah orang,” kata White Wolf.

“Bukan-bukan, engkau tidak bekerja denganku. Kamu dan aku bersahabat. Apapun hasil yang kita dapat akan kita bagi rata. Aku punya rencana dan orang yang punya rencana seperti aku membutuhkan partner seperti dirimu,” kata Astarot.

“Kamu bukan berasal dari negeri ini,” kata White Wolf.

“Tentu kami tidak berasal dari sini. Kami adalah ilmuwan yang dulu bekerja di sebuah badan LITBANG di Indonesia. Tapi kami memisahkan diri. Kami punya ambisi yang lebih besar daripada menjadi seorang ilmuwan.”

White Wolf menoleh ke arah Lucifer yang dari tadi diam saja.

“Kenapa di dalam darahmu ada logam?” tanya White Wolf.

Astarot dan Lucifer berpandangan. Lucifer menoleh ke arah White Wolf, “Kamu tahu apa yang ada di dalam darahku?”

White Wolf mengangguk, “Bahkan aku bisa bicara dengan mereka.”

Astarot tertawa, “Hahahahaha….luar biasa, aku tak pernah menyangka sebelumnya.”

“Di dunia ini ada beberapa macam manusia, yaitu manusia biasa seperti kalian, Mist, Elemental, Balancer, Creator dan Destroyer. Aku adalah Mist terakhir, aku bisa bicara dengan alam. Bicara dengan setiap aliran darah manusia, terhadap seluruh elemental, terhadap apa yang bergerak dan apa yang diam. Aku bahkan bisa bicara dengan binatang. Aku juga bisa memerintahkan seluruh kutu yang ada di tubuh manusia untuk menggigit induk semangnya secara serempak. Mereka yang elemental bisa menggerakkan unsur elemen. Seperti air, tanah, api dan udara. Balancer adalah pembawa keberkahan yang akan memberikan kekuatan kepada manusia biasa untuk menjadi elemental. Creator bisa menciptakan elemental baru selain itu ia juga bisa menguasai lebih dari satu elemental, dan yang terakhir Destroyer, dia lebih bisa menghancurkan apa saja yang ia inginkan. Ayahku termasuk seorang Creator, ibuku seorang Mist dan nenekku seorang Balancer,” jelas White Wolf.

Astarot dan Luke tertegun kepada White Wolf. Ia tak menyangka akan bertemu manusia seperti White Wolf.

“Kamu benar, aku telah menaruh nanobot ke dalam aliran darahku,” kata Lucifer.

“Bagaimana White Wolf? Kamu bersedia?” tanya Astarot.

“Iya, aku bersedia. Hanya saja aku tak ingin terikat. Aku bekerja sama dan berteman dengan kalian sesuai dengan apa yang aku inginkan. Kalau aku tidak suka, maka aku akan pergi,” jawab White Wolf.

“Deal,” kata Astarot.

Itulah awal dari persahabatan White Wolf, Lucifer dan Astarot. Persahabatan yang gila. Dan kegilaan yang mereka lakukan setelah itu pun lebih gila lagi. Mereka menjadi raja dunia hitam, bahkan organisasi genesis pun menjadi terkenal karena mereka. Mungkin bagi orang-orang White Wolf tidak pernah terlibat secara langsung di dalam genesis, tapi peranannya sangat besar.

Hingga White Wolf pun kemudian bertemu dengan Suni dan Putra Nagarawan. Keduanya merupakan orang-orang terdekat White Wolf. Dua otak yang berada dibalik Genesis. Sang Putra Nagarawan adalah seorang elemental yang bisa mengendalikan besi. Berbeda dengan Suni dia hanya manusia biasa, sahabat Putra Nagarawan. Mereka bertemu sejak kecil, menjalin persahabatan sejak kecil, hingga kemudian mendapatkan Lucifer dan Astarot sebagai Mastermind of Evil.

“Aku tidak suka menempuh jalan kejahatan,” kata Putra Nagarawan. “Aku lebih suka politik.”

“Baiklah aku akan menjadi bad guys, kamu yang menjadi good guys. Mari kita wujudkan impian kita yang berada di dalam buku diary yang dulu kita pernah tulis ketika kecil. Putra,” kata Suni.

“Iya, kita dulu punya mimpi untuk menguasai dunia. Kita akan wujudkan mimpi itu,” kata Putra Nagarawan.

Di hadapan mereka tampak sebuah buku catatan yang terbuka. Buku itu telah usang, namun tulisannya masih bisa terlihat.

Menguasai dunia. Pertama rekrut orang-orang cerdas dan psikopat. Kedua, dapatkan uang sebanyak-banyaknya hingga mendapatkan dana tak terbatas. Ketiga bikin kekacauan di mana-mana. Keempat, buat virus dan sebarkan wabah di mana-mana. Kelima, rampas pengetahuan dunia, ambil seluruh memory para pemimpin dunia. Keenam, buat dinasti mesin yang tak terkalahkan. Ketujuh, bangkitkan Titan. Kedelapan, rebut dunia dalam waktu sembilan hari. Kesembilan, ambil apa saja yang ada di hadapanmu.

Dan kini setelah Suni tidak ada. Mau dibawa kemanakah kejahatan ini?

***** o ******
“Ayah, ini aku. Yuki,” kata White Wolf.

Ray saat itu sedang berada di halaman rumahnya. Berkebun merupakan aktivitasnya untuk mengisi waktu setelah penat bekerja. Kebiasaannya ini mulai ada semenjak beberapa tahun lalu. Ray terkejut ketika mendapati White Wolf sudah berdiri di dekatnya. Keberadaannya tak terdeteksi oleh Ray. Ray tersenyum dan berbalik. Dia segera memeluk Yuki sang White Wolf.

“Yuki,” kata Ray sambil menepuk-nepuk punggung Yuki.

“Aku hanya ingin berkunjung sebentar,” kata Yuki.

“Masuklah, barangkali kamu ingin bertemu dengan Bunda Maria,” kata Ray sambil melepaskan pelukannya.

“Iya.”

Keduanya pun masuk ke dalam rumah. Maria tampak sedang mengulek adonan ketika Yuki dan Ray masuk ke dalam rumah. Maria menoleh ke arah mereka. Maria tentu saja tak mengenali anaknya Michele itu. Kelahirannya saja ia tak tahu. Tapi Ray kemudian memberi isyarat.

“Siapa dia?” tanya Maria.

“Anaknya Michele, Yuki,” jawab Ray.

“Yuki?? Oh….haaii, apa kabar. Udah gedhe ya?” kata Maria. Dia langsung memeluk Yuki. “Maaf tangan ibu kotor.”

“Tidak apa-apa bunda,” kata Yuki.

“Bagaimana kabar Michele?” tanya Maria.

“Beliau….sudah tiada, sudah sejak lama,” kata Yuki.

“Oh, maaf. Aku turut berduka cita,” kata Maria dengan wajah sedih. “Padahal aku cuma sebentar bertemu dengan Michele.”

“Makasih bunda,” kata Yuki.

Pertemuan antara ayah dan anak? Siapa yang bisa mengira keduanya akan bertemu dengan keadaan seperti ini. Yuki bercerita panjang tentang pengalaman hidupnya selama ini dan keinginan dirinya untuk kembali ke Syberia.

“Kamu yakin ingin kembali ke Syberia?” tanya Maria.

“Tak ada yang bisa aku lakukan di sini,” kata Yuki. “Semuanya akan kembali kepada asalnya. Dan aku akan kembali ke tempat kelahiranku. Aku ingin menemani ibuku di sana.”

“Kamu yakin?” tanya Ray.

“Aku sangat yakin ayah,” kata Yuki. “Tak ada lagi yang bisa aku lakukan di sini. Apalagi kedua muridku sudah tak bisa lagi aku kendalikan. Satu sudah pergi, yang satunya masih berambisi. Aku ingin minta tolong kepada ayah bisa?”

“Katakanlah!”

“Kalau nanti sampai terjadi sesuatu kepadaku, aku ingin ayah tidak berbuat apapun. Aku merasa setelah ini masaku akan berakhir,” kata Yuki.

“Maksudmu?”

“Aku menjadi buronan, hampir seluruh dinas intelejen membuat hadiah jutaan dollar kepadaku. Aku tak ingin ayah menyakiti manusia lainnya hanya karena aku. Aku tidak ingin darah tertumpah karena aku. Keinginanku keluar dari Syberia telah membuat dunia bergerak ke arah yang salah. Aku tidak mau lagi semua ini, aku tidak mau lagi semua ini, sudah cukup,” kata Yuki dengan gemetar.

Ray menghela nafasnya. “Aku tahu, baiklah. Aku berjanji.”

“Terima kasih ayah.”

*****o*****

“Kamu kenapa?” tanya Hiro kepada Moon.

Moon tampak merenung. Dia tak pernah merasakan hari teraneh di dalam hidupnya terkecuali saat ini. Saat di mana masa lalunya kembali lagi datang. Akankah ia harus menghadapinya?

“Aku masih belum siap pa,” jawab Moon.

“Mama tak perlu khawatir, kita akan hadapi ini sampai akhir,” jawab Hiro.

“Arah dunia sudah berubah sekarang. Politik telah membuat orang-orang yang tidak bersalah kini dalam tekanan. Para superhero jadi sasaran juga. Aku seharusnya tidak melakukan tugas terakhir itu.”

“Mama, sudahlah. Ini sudah berlalu. Tidak ada yang bisa kita lakukan. Sekarang ini Profesor Andy, Mas Faiz dan Hana sedang membuat Hypersuit yang baru. Tugas kita hanya satu. Bicara kepada Ray. Papa akan mendampingi mama sampai ini semua selesai.”

Moon menghela nafas. Hiro memeluknya dari belakang memberikan ketenangan. Mereka sekarang sedang berada di gedung M-Tech. Bersama Han Jeong dan Faiz Hendrajaya beserta istrinya. Keduanya menghadap ke kaca jendela. Mengawasi kota Jakarta malam hari yang dihiasi oleh lampu-lampu yang temaram.

Sementara itu Han Jeong berada di lantai lain. Gedung ini memang dibuat khusus untuk bisa sebagai tempat apartemen untuk ditinggali dan juga perkantoran. Selain itu juga tempat di mana sebuah bank data berada. Server-server ditempatkan di sini dengan sekuriti yang luar biasa ketat. Hanya sekali kebobolan. Itu pun karena kecerobohan Hiro dan Faiz waktu itu. Gedung ini juga adalah satu-satunya gedung swasta yang dijaga oleh pasukan khusus, serta sensor keamanan. Ketika gedung ini dalam bahaya, maka akan ada dari pasukan udara, pasukan darat dan pasukan khusus lainnya yang akan mati-matian melindungi gedung ini. Karena di dalamnya terdapat data dari negara-negara lain yang tersimpan di sini.

Han Jeong tidur di sebuah kamar berselimutkan selimut tebal. Dia tinggal di sini untuk sementara waktu. Mungkin satu-satunya tempat teraman sekarang ini. Bisa saja pasukan khusus kiriman Putra Nagarawan menggerebek tempat ini, tapi tentunya ia tak akan sebodoh itu. Mau jadi perang dunia? Sementara ini Han Jeong berada di dalam perlindungan Faiz Hendrajaya yang mana sepupunya masih menjadi Jendral di Kopasus. Prioritas keamanan gedung ini dan apa yang ada di dalamnya menjadi nomor satu. Melebihi keamanan istana negara. Seminggu lagi pelantikan presiden yang baru setelah kemarin pemilu dimenangkan oleh Putra Nagarawan. Negara ini sebentar lagi diuji.

Han Jeong bermimpi lagi tentang Yuda. Sudah sebulan ini Yuda menghilang, tak tahu ada di mana. Tapi semua orang yakin dia masih hidup, hanya saja tak tahu ada di mana. Han Jeong merana, dirinya tak kuasa membendung kesedihan. Papa dan mamanya selalu menghiburnya tiap hari. Paling tidak kehadiran kakek dan neneknya serta kedua adiknya yang juga tinggal di gedung ini bisa memberikan dia harapan akan keberadaan Yuda. Dia akan terus mengingat bagaimana Yuda menciumnya dengan penuh perasaan, membelainya, memeluknya. Senyuman Yuda selalu ada di benaknya, hari-harinya bersama Yuda, pertengkarannya bersama Yuda. Han Jeong, sedang menggalau tingkat dewa. Keinginannya terbesar sekarang adalah bisa bertemu dengan Yuda dan dia tetap berharap Yuda masih hidup sekalipun kemungkinannya kecil.

“Kekasihku, aku akan menemukanmu,” gumam Han Jeong dalam mimpinya.

(bersambung…..)

Author: 

Related Posts