Cerita Sex Kau Yg Minta Aku Yg Tersiksa (Enakkk) Temanku Yg Berhijab – Part 14

Cerita Sex Kau Yg Minta Aku Yg Tersiksa (Enakkk) Temanku Yg Berhijab – Part 14by adminon.Cerita Sex Kau Yg Minta Aku Yg Tersiksa (Enakkk) Temanku Yg Berhijab – Part 14Kau Yg Minta Aku Yg Tersiksa (Enakkk) Temanku Yg Berhijab – Part 14 “Wahh sorry bro, kalo urusan itu gw ga bisa memutuskan secara pasti, seandainya gw bilang iya, pun Gadis belum tentu mau kan kenal sama loe lagi?” Jawabku kepada Deni.. “Iya sihh.. soal hal hal yang sudah sudah.. emang semua ini salah gw […]

MupuO5GQjR MVQFhtP9Ku NiQHUimx0tKau Yg Minta Aku Yg Tersiksa (Enakkk) Temanku Yg Berhijab – Part 14

“Wahh sorry bro, kalo urusan itu gw ga bisa memutuskan secara pasti, seandainya gw bilang iya, pun Gadis belum tentu mau kan kenal sama loe lagi?” Jawabku kepada Deni..

“Iya sihh.. soal hal hal yang sudah sudah.. emang semua ini salah gw juga.. (Menggelengkan kepala)” Ucap Deni dengan nada lemas,

Aku merasa bingung, sekaligus kasihan juga saat Deni begitu lesu, lunglai dan seperti tak berdaya tentang hal ini, namun sudah seharusnya ia pantas mendapatkannya…
karena disisi lain, aku pun masih menyayangi Gadis, namun haruskah aku melakukan dan mengorbankan perasaanku sendiri lagi?? demi Deni lagi??
sepertinya sudah cukup dan sudah tidak mungkin..

“Bro sorry gw cabut dulu yaa.. udah ngga kuat nih mata pengen rebahan.. hehehe Sorry nih, ohh ya urusan itu gw ga bisa bantu, silakan loe tanya ke Gadis langsung aja.. kalo Gadis ok, gw juga ok,.. karna keputusan ada di dia..” Ucapku ke Deni sebelum pulang kerumah..

“Tapi broo.. tolong lah bantu gw buat deketin dia lagi dan minta maaf lagi ke dia, tolong bro tolong..” Jawab Deni dengan memelas..

“wahh maaf sobb.. urusan itu loe usaha sendiri, karna masalah loe yang buat, jadi loe benerin sendiri yaa masalah itu (Jalan sambil menepuk pundak Deni)..” Jawabku sambil tersenyum dan tidak mau tahu..

Aku pun lantas menghidupkan motor dan pergi…

“Udah cukup gw menelan racun yang gw buat sendiri selama ini.. kapan gw mau berontak kalo terus terusan begini” Benakku di hati dengan tegas dan tatapan tajam..

Sesampainya dirumah aku langsung tidur, karna sudah bosan selalu memikirkan hal hal yang hanya membuat stres..

kali ini aku harus berani mengacuhkan masalah yang banyak keterkaitannya dengan Gadis..

yang hanya memperbanyak pikiran saja..

BONGKAR..!

Keesokan hari…

Udara pagi yang sangat segar kini terasa begitu nikmat kurasakan dengan beban beban yang semakin berkurang di otak ..

Aku begitu merasa bahagia dan seperti terlepas dari belenggu cinta..

diperjalanan pergi bekerja pun aku hingga bernyanyi nyanyi karena senangnya hati ..

Kemudian aku teringat bahwa aku sudah pernah janji kepada Gadis untuk menemuinya,..

sempat aku berpikir untuk tidak menemuinya namun janji tetaplah janji, janji adalah hutang, biar bagaimanapun aku harus menemuinya meskipun tak pernah tau apa yang akan ia bicarakan nantinya ..

dan nanti malam lah waktunya ..

Sore siktar jam 5 aku jalan pulang kerumah dengan badan yang agak lesu, karena pekerjaan…

sempat bertanya tanya, kira kira apa yang mau Gadis bicarakan lagi kepadaku..??

“ahh udahlahh.. temuin aja mau gimana ke ntar jadinya” benakku..

selesai mandi dan rapi rapi aku berangkat ke tempat yang sudah Gadis janjikan saat itu denganku..

tanpa basa basi aku langsung tancap gas ke lokasi..

Tibanya di lokasi aku belum melihat Gadis disini, hingga ku nyalakan sebatang rokok untuk menunggunya …

karna aku tepat di lokasi jam 7 malam, seperti yang sudah di janjikan..

Kejenuhan mulai terasa saat setengah jam berlalu ku tunggu namun tak ada tanda tanda kedatangan Gadis …

hampir 5 batang rokok habis ku hisap, dan menunjukkan jam 8 kurang 10 menit aku memutuskan untuk pulang saja, karena sepertinya ia tidak datang ..

namun baru saja aku menyalakan motor Gadis datang…

“Hadeeuuuuuhhhhh…. baru nongol…” benakku

“Maaf ru, lama ngga kamu nunggu…??” Tanya Gadis dan menghampiriku..

“Ngga ko belom lama..” Jawabku..

“Hmmm jadi ngga enak, maaf yaa maaf…” Ucap Gadis lagi…

Beberapa saat kami duduk duduk, dan saling menanyakan kabar, kesibukan dan lain sebagainya .. akhirnya Gadis langsung berbicara kepada inti pertemuan kita..

karena itulah yang sebenarnya aku tunggu tunggu..

“Jadi begini ruu, yang pertama yang sangat aku utamakan adalah maaf kamu, karena kesalah pahaman yang selama ini ku tak ketahui, kekeliruan, membuat aku lupa pada arti sebuah kebersamaan kita selama ini.. aku pernah mengorbankan satu satunya orang yang selama ini begitu berarti di hidupku hanya karna masalah cinta.. awalnya aku tak percaya aku melakukan ini, namun jelas di lubuk hatiku sebuah penyesalan besar tergambar jelas dan karna kesalahan itulah yang membuat aku merasa sangat bersalah dan selalu terbayang di anganku, dan mungkin akan selalu terbayang jika kamu tak pernah bisa mau menemuiku dan mau memaafkan ku secara langsung pastinya..

kemudian, aku ingin kita bisa seperti dulu lagi ruu, aku ingin kamu yang dulu yang bisa membuat aku ada dan bahagia, karna rasa nyaman sangat terasa jika di dekatmu, waktu tak terasa jika bersamamu.. entah perasaan apa yang aku rasakan kepadamu aku tetap kamu yang dulu.. yang selalu bisa bersamaku lagi, aku ingin di manja kamu lagi, aku ingin di sayang kamu lagi, aku ingin ruu… (kemudian ia menetaskan airmatanya) ruu, aku sayang sama kamu..(menatapku dengan tajam).. ruuu… (tersedu sedu, dan seolah sulit berbicara karna tangisan ikhlas yang begitu kuat) ruu, aku mohon ruuu …..(hingga air matanya kian mengalir dan membasahi pipinya)”

suasana begitu dramatis saat ini, yang membuat kian air mata sangat mudah mencair, karna masa lalu adalah hal yang begitu kuat untuk di kenang saat ini,..

Hatiku pun seakan berontak saat ini, saat melihat penyesalan Gadis yang begitu kuat, lebih lebih lumuran basah pipi karna air matanya..

hingga aku terdiam diri terdiam dan terdiam…

dan akhirnya aku berbicara juga…

“Dis,…… persoalan maaf sudah kumaafkan semua,.. (sambil menangis) namun aku minta maaf, aku tak bisa menjadi Ennru yang dulu yang seperti kamu harapkan.. maaf Dis, aku sudah berfikir bulat dengan keputusanku.. aku sudah meyakinkan pada diriku sendiri, kita cukup kenal saja, kita tidak usah lebih jauh lagi mengenal seperti dulu lagi.. karena hari kemarin sudah cukup sakit aku lalui.. maaf Dis, ini keputusanku..” Jawabku dengan tegar, dan seolah menutupi kesedihan

Mendengar jawabanku Gadis begitu sedih dan kaget, seakan tak percaya bahwa orang yang sangat Gadis harapkan berkata tidak sesuai yang di harapkan…

kesedihan begitu berlanjut, hingga gadis menundukkan kepalanya dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya sembil menangis lepas…

sebetulnnya aku sangat tak tega dan tak kuat melihat kejadian ini, namun aku harus berani melakukannya untuk kebaikan Gadis sendiri ..

agar dia lebih lebih semakin dewasa dan belajar kuat menahan kesedihan..

Akhirnya aku memegang tangannya dan menatapnya beberapa saat, dan ia pun berbalik menatapku .. dengan mata yang masih berkaca kaca akan air matanya ..

dalam hati aku berucap “Sejujurnya aku sangat mencintai dan menyayangimu dis, aku begitu takut juga kehilanganmu.. namun aku berharap cara ini tidak salah ku lakukan untuk kebaikanmu di masa yang akan datang..”

“Dis, maaf aku harus pulang… ” Ucapku sambil melepaskan tangannya..

namun tanganku malah semakin erat dipegang olehnya, seakan ia tak mau aku tinggalkan,..

hingga aku berbalik badan lagi dan menatapnya lagi..

“Kamu jahat Ruu…” Ucap Gadis yang masih menangis dan melepaskan tanganku..

“Hmmmmmmm” aku terdiam diri ….

dan Gadis pun pulang berlari sambil mengelap air matanya…

aku hanya berdiri melihat kepergiannya.. sambil menahan rasa kasihan yang sangat dalam ..

“Maafkan aku Diss….” .. Ucapku dalam hati …

Author: 

Related Posts