Cerita Sex Akulah Lelakimu. – Part 7

Cerita Sex Akulah Lelakimu. – Part 7by adminon.Cerita Sex Akulah Lelakimu. – Part 7Akulah Lelakimu. – Part 7 Chapter 5: Terlalu Cepatkah? CETAAAAAAARRR..JEDDAAAARRR..FUUUUUUSSSHHHHHH!! CETTAAAAAARRRRR.. PLETAK..CLETAAAKK (Eh, Bentar, bunyi kempang api begitu bukan sik?) Tahun baru akhirnya tiba. Gue cukup bangga sama tahun baru kali ini, bangga karena merayakannya bersama Erlin disamping gue. Walaupun belum jadi sepasang kekasih, gue bersyukur banget. Karena di akhir tahun dan awal tahun ini […]

tumblr_ns35v2d6Hq1ux0cnno2_500 tumblr_ns35v2d6Hq1ux0cnno3_500 tumblr_ns35v2d6Hq1ux0cnno4_500Akulah Lelakimu. – Part 7

Chapter 5: Terlalu Cepatkah?

CETAAAAAAARRR..JEDDAAAARRR..FUUUUUUSSSHHHHHH!! CETTAAAAAARRRRR.. PLETAK..CLETAAAKK (Eh, Bentar, bunyi kempang api begitu bukan sik?)

Tahun baru akhirnya tiba. Gue cukup bangga sama tahun baru kali ini, bangga karena merayakannya bersama Erlin disamping gue. Walaupun belum jadi sepasang kekasih, gue bersyukur banget. Karena di akhir tahun dan awal tahun ini mata gue akan menutup tahun ini dan melihat tahun ini dengan wajah cantik Erlin yang menyambut hari-hari gue kedepannya.

Suara kembang api semakin terdengar membahana.. pecah banget malam ini. Pecaaah lah, padahal mah gue hanya merayakannya bersama Erlin. Merayakannya berdua diatas genteng rumah gue. Hanya berdua tanpa gangguan siapapun, kalopun nyamuk berani ganggu kita dan dia nemplok di kulit Erlin pastinya tuh nyamuk bakal mati kepeleset. Pasti..

Langit semakin cerah karena silaunya cahaya kembang api yang semakin berwarna-warni..
Hatiku pun seperti itu.. Menatap wajahmu..
Cahaya di hati semakin menunjukan cahaya.. Terangnya menatapmu..
Oh Semesta.. Oh Bumiku..
Salahkah bila malam ini, aku menyatakan cinta..
Terlalu cepatkah?

*****

Momen-momen dimana saat kembang api semakin riuh terdengar. Gue melirik jam, dan ternyata sudah jam 00:01.. Tahun yang baru telah datang.. Tentunya akan banyak misteri-misteri baru di sepanjang tahun yang baru ini.

Selamat tahun baru, Erlin. gue menjadi orang yg pertama kali mengucapkan selamat kepadanya. Begitupun Erlin, ia menjadi orang yang pertama mengucapkan selamat tahun baru ke gue. Aaaahh.. gue sungguh-sungguh tak ingin melewatkan momen bahagia ini sedikitpun. Indahnya melebihi keindahan saat berada dimanapun. Tempat terindah yang ada di dunia ini pasti lewat.

Lin, Gimana kali ini?

Hmm.. Gimana yah? Hehehe.. Luar biasa, Den. Sumpah nggak nyangka gue, kalo lu bakal ngajak kesini.

Hehehe.. berasa dunia milik kita berdua ya?

Iyah, Den.. yang lain berasa cencorang mungkin.. hehhehe. Gue pikir tuh ya, tahun baru tuh paling enak dinikmatin berdua doang. Kumpul bareng keluarga, bareng temen-temen.. ngeliat kembang api yang bertaburan indah bersama-sama orang banyak. Ternyata, dengan keadaan seperti ini pun, cukup memuaskan, lho.. Rasanya luar biasa, Gue seperti merasakan kalo ini tuh bukan tahun baru. Tapi ini tuh.. apa ya.. Hmm.. Mungkin dunia yang sedang mengibur gue. Iyah, Cuma gue. Erlin menjelaskan kepuasannya, matanya masih menatap langit hitam yang berwarna-warni itu, senyumnya terus mengembang menunjukan kebahagiaannya. Gue puas.. sangat puas, karena gue pikir kalo Erlin nggak bakal sampe sepuas ini. Aaaahh ternyata ia begitu mengapresiasi keadaan ini.

Akupun Ucap gue pelan, membalas penjelasan Erlin tadi.

Makasih yah, Den.. Erlin memeluk lengan gue. Tatapan kami bertemu, Kami tersenyum menunjukan kebahagiaan kami saat ini.. Sumpah gue ngerasa kalo kita tuh udah pacaran. Speechless gue.

Apa setiap tahun baru lo selalu disini, Den?

Enngggg.. Iya, Lin.. Sendiri.. Seperti apa yang lo jelasin tadi. Gue selalu puas merayakan awal tahun yang baru dengan sendiri. Yang lu bilang bener. Dunia yang menghibur kita. Dunia seolah berterima kasih pada kita untuk apa yang udah kita lakuin setahun lalu. Gue selalu sulit mendiskripsikan tentang itu. Tapi saat ini, Di tahun yang baru ini, Gue seperti berubah, Lin. Gue nggak tau, harus ngomong apalagi.. Saat ini ada 2 momen berharga untuk gue.

Erlin yang masih memeluk lengan gue, mendengar penjelasan gue sambil menatap wajah gue.. kadang kepalanya mengangguk-ngangguk setuju saat mendengar penjelasan gue barusan.

2 Momen berharga? Maksudnya? Erlin bertanya, menatap bingung mendengar penjelasan yang terakhir.

Pertama. Untuk pertama kalinya gue ngerayain tahun baru disini nggak sendirian. Ada lo disini. Dan itu berharga banget. Kedua.. Tahun yang baru ini pasti lebih indah. Gue yakin itu, setelah gue dapat mengakhiri tahun baru ini sama indahnya dengan saat ini. Tahun Depan sudah siap kembali membuka lembaran barunya, Gue harap ada di sepanjang tahun ini.. lembaran tahun ini berisi tentang kebahagiaan-kebahagiaan tentang kita berdua. Seperti saat gue menutup lembaran tahun ini dengan kisah tentang kita. Guueee Gue menjelaskan dengan lirih apa arti dari maksud omongan gue sebelumnya tentang 2 momen yang berharga untuk gue. Diakhir penjelasan, mulut gue kaku.. grogi menyerang. Gue tatap wajah cantiknya berharap dapat menghilangkan Grogi gue. Sungguh cantik kamu malam ini, Lin. Sungguh, aku rela buta agar aku tak pernah lagi melihat keindahan yang lain selain kamu. Karena aku yakin, keindahanmu dimataku tak akan pernah hilang walau aku buta sekalipun. Aaaaaaahhh!!

Kok muka lu jadi sedih gitu sih, Den. Gue belum ngerti deh, sama penjelasan lo tadi.. Jiaaaahh!! KETEPRRRUUUKKK!! Mendengar omongannya tadi serasa abis digampar sama nyamuk gue. Mana mukanya dia cengo gitu. Aelah..

Hmmm.. Gue cinta sama lu, Lin. Deeeeeggg!! Tiba-tiba bibir gue mengucap itu, tanpa meminta persetujuan hati ini. Jantung gue makin kencang berdetak. Bayang-bayang sedang menunggangi Kuda gila tetiba aja muncul memenuhi pikiran yang tetiba juga berasa panic.

Enngggghh.. Enggggghhh Mulut gue kaku. Ingin membantah dengan bilang becanda, tapi apa yang gue ucapkan tadi yah emang kenyataan. Masa gue harus ngindar dan bohong sama perasaan gue. Bingung.. iya gue bingung.

Dendi.. Apa ini nggak terlalu cepat? Erlin bertanya, seolah meyakinkan gue kalo saat ini tuh belum waktunya.

Gue menunduk lemas.. gue coba jelasin perasaan gue ke dia. Gue harus memantapkan itu. Gue ngerasa ini tuh udah momennya. Biarin deh dia bilang kalo ini terlalu cepat.

Untuk memiliki kebahagiaan sama lu, gue nggak perlu waktu lama untuk menunda kebahagiaan itu, Lin. Gue rasa waktu sebentar kita sebelum saat ini tuh udah cukup untuk bisa membuka lembaran kebahagiaan kita.

Suasana Hening, Suara-suara kembang api hanya terdengar beberapa. Aaaah.. apa gue hanya akan merusak momen indah ini?

Untuk saat ini gue belum bisa jawab, Den. Hati gue masih sakit ditinggalin gitu aja sama si cepak itu. Mungkin hadirnya Lo emang sempat menutup luka itu. Namun belum sepenuhnya. Mungkin perasaan gue, bisa berubah jika ada bukti dari lu. Mendengar penjelasannya itu, gue kembali merasa dosa, dosa gue yang menghancurkan kebahagiaan sepasang kekasih hanya Karena niat iseng gue itu.

Gue terus harus gimana? Gue nggak sanggup menjawab lagi, apa dia lupa darah perjuangan gue saat waktu pertama kita kenalan. Aaaahh mungkin saja, buktinya dia masih teringat si cepak banci itu.

Selama ini, gue pengen banget dinyanyiin seseorang.. Seseorang yang menyanyikan sebuah lagu menyampaikan isi hatinya lewat sebuah lagu. Jadi.. Lo tau kan, lo harus apa? Erlin memberikan sebuah tantangan yang langsung gue mengerti.

Dalam hati gue, ingin rasanya gue menolak, karena itu mungkin berat banget buat gue. Serius gue nggak bisa nyanyi. Ehmm nyanyi sih bisa, tapi yah parah.. Kalo gue lagi nyanyi di kamar mandi aja, suara TV pasti langsung digedein sama nyokap.. Sampe ke Volume 50++.. Etdaaahh!!

Tapi yaudahlahya.. Demi dia. Gue mengangguk setuju, diiringi sebuah senyum yang masih gue rasakan ada harapan dibalik senyum gue itu. Tapi jika tidak ada harapan sekalipun.. tentunya gue akan berjuang menghadirkan sendiri harapan itu.

Peluknya kembali mendarat lengan gue, Gue tau kalo ia sedang menenangkan gue. Gue tau hatinya meminta maaf, karena ia belum yakin sama gue. Tapi saat itu gue benar-benar merasa tenang, tenang dalam pelukannya. Indah memang.. rasa gundah ini tak sanggup menutupi kebahagiaan malam ini.

Erlin adalah sebuah impian. Impian dimana gue sangat ingin menikmati setiap perjuangan yang ada untuk meraih impian itu.

Oh.. Cintaku.
Ku mau tetap kamu, Yang jadi kekasihku..
Jangan pernah berubah..
Selamanya..
Kan ku jaga dirimu.. seperti kapas putih di hatiku.
Takkan ku buat noda

Lirik dari lagu Marcell Jangan Pernah Berubah itu, semakin memantapkan hati gue untuk terus melangkah memperjuangkannya.. Harus!! Demi Kerajaan Hastinapura nanti di masa depan! Demi kemenangan para Pandawa melawan Korawa nanti. Harus!!..

== Bersambung ==

Author: 

Related Posts